Agama-agama “PASAR”

Tadi malam di sebuah pasar pecinanan  di kota semarang, banyak orang lalulalang

persis kayak setrikaan

Kebanyakan pengunjung adalah para pencari nuansa 
entah sekedar menyantap makanan dan minuman sederhana

Di tengah kerumunan
Suara meraung-raung meniru para artis
berseleburung hiruk-pikuk para pedagang 
yang tau pasti tiap makanan dan minuman yang dijajakan 
akan ludes oleh mulut-mulut yang candu tiap rasa baru 

Nuansa arkhaik tampil di sana
seolah hadirkan ‘roh para pemrakarsa’ 
yang memberkati tiap kantong pinggang yang menampung 
setiap recehan para pengunjung pasar malam itu…..

Di sana setiap rasa
menjadi pemersatu setiap agama.. 



Semarang, 30 Maret 2012
— di China Town’ Pasar Semawis Semarang Indonesia.

Putuskan Benang Itu !

“Seutas benang itu sesungguhnya hanya ada dalam pikiran Anda!”

Ada kisah nyata tentang seekor gajah. Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya dengan seutas rantai sepanjang 4 meter. Apa yang terjadi ketika rantai itu diganti dengan seutas benang? Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak berani melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang  bisa kita ambil? Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan diri kita dengan seekor gajah. :-)  Namun bisa jadi, kita pun memiliki  ‘keterbelengguan’ dengan seutas tali yang mengikat diri kita ! Kita berani keluar dari zona yang dianggap nyaman. Meski sesungguhnya, kita bisa melakukan banyak hal hebat dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri, berapa banyak kesempatan yg sebenarnya hadir, melintas di depan Anda, namun Anda tidak mempedulikannya? Anda mungkin menganggap peluang itu ‘terlalu tinggi’ untuk Anda, dan merasa tidak pantas berada disana. Atau mungkin Anda malah merasa tidak mampu untuk melakukan hal itu padahal sama sekali belum pernah mencobanya? 

Kita semua tahu, segala hal yangmenurut kita ‘begitu hebat’, seringkali tidak selalu seperti yang kita bayangkan. Atau hal yang kita anggap sulit, kadang sebenarnya sangat gampang! 

Ada dua kunci dalam hal ini :

  1. Anda akan bisa jika  Anda berpikir bisa
  2. Anda akan gagal jika  Anda  berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika kesuksesan belum menghampiri diri kita. Sebab, faktor utamanya terletak pada diri kita sendiri. Oleh sebab itu, perhatikan dengan seksa a, dan tanya pada diri sendiri, adakah seutas benang yang telah membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan benang itu ! Cobalah bergerak maju dari lingkaran yang selama ini kita buat dan telah membelenggu diri kita sendiri ! Peluang itu sebenarnya selalu hadir kapan saja. Namun, karena kita selalu saja menutup mata, telinga, dan pikiran kita, maka peluang itu akan terlewat begitu saja !

Jika  Anda masih saja ragu untuk melangkah, cobalah untuk melatihnya sedikit demi sedikit. Dan jika  Anda sudah yakin, maka segeralah berlari cepat, keluar dari keterbelengguan  Anda Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi yang diuntungkan, jika bukan Anda sendiri? :-)


(Source: 5iu5.blogspot.com)

Foto Rey on We Heart It. http://weheartit.com/entry/25498676

Foto Rey on We Heart It. http://weheartit.com/entry/25498676

“Quote”

Bedakan antara Fakta dan kenyataan. Kenyataan ini peristiwa yang sudah terjadi (past); sementara fakta itu gambaran atas kenyataan. (Ch. Tri - Traineer IBL)

Lusius Sinurat

it’s my best blog.. so, don’t forget to visit my “sweetie home” lol